Cianjur, (indopos86.net) – Ikatan Keluarga Alumni Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (IKA BKPRMI) bersama Himpunan Petani Organik Cianjur (HIPOCI) resmi meluncurkan Program MASJID BANGSA (Jamaah Masjid Bangun Desa) yang dirangkai dengan penyerahan perdana bahan pangan dalam Program Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas Masjid.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) di Desa Kebon Peuteuy, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur tersebut dihadiri perwakilan Pengurus Pusat IKA BKPRMI, PW IKA BKPRMI Jawa Barat, PD IKA BKPRMI Kabupaten Cianjur, pengurus HIPOCI, tokoh agama, pengurus masjid, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Ketua Umum PP IKA BKPRMI, Dr. Andi Kasman, S.E., M.M., yang juga Dosen Pascasarjana Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad), menekankan pentingnya penerapan konsep Penta Helix Society dalam membangun ketahanan pangan desa berbasis masjid.
Menurutnya, kolaborasi harus melibatkan IKA BKPRMI sebagai penggerak, pengurus dan jamaah masjid, petani serta kader pangan desa, pemerintah desa, hingga perguruan tinggi sebagai mitra akademik. Ia juga mendorong penetapan desa binaan agar program berjalan berkelanjutan serta adanya peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan kepemilikan lahan pertanian.
”Program ini tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat desa melalui sinergi seluruh elemen yang terlibat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian PP IKA BKPRMI, Drs. Tasyrifin Karim, mengatakan Program MASJID BANGSA bertujuan mengoptimalkan fungsi masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan penyediaan pangan yang aman, sehat, serta terjangkau bagi masyarakat.
”Kami ingin masjid menjadi benteng ketahanan pangan di lingkungannya. Saat terjadi lonjakan harga atau gangguan pasokan, masyarakat tidak perlu cemas karena kebutuhan pokok sudah terjamin melalui lumbung pangan mandiri masjid,” katanya.
Sekretaris Jenderal PP IKA BKPRMI, Fahmi Alamri, menjelaskan kerja sama dengan HIPOCI merupakan langkah strategis untuk memotong rantai distribusi sehingga hasil pertanian organik dapat diterima masyarakat dengan harga lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Ia menyebut program tersebut akan mencakup pembangunan lumbung pangan masjid, kebun gizi warga, pengolahan sampah organik, hingga pelatihan budidaya pertanian organik.
”Hasil panen petani Cianjur akan langsung disalurkan melalui komunitas masjid. Skema ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PW IKA BKPRMI Jawa Barat, Ade Bunyamin, menyampaikan bahwa Cianjur menjadi daerah percontohan pelaksanaan Program MASJID BANGSA.
Menurutnya, apabila program berjalan sesuai harapan, model pemberdayaan tersebut akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur hingga berbagai daerah di Jawa Barat sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan umat berbasis masjid.
Usai peluncuran program, IKA BKPRMI bersama HIPOCI akan membentuk tim pengelola lumbung pangan di masjid, menyusun jadwal penyaluran bahan pangan secara rutin, serta membuka pelatihan pertanian organik bagi masyarakat yang ingin terlibat.
Melalui Program MASJID BANGSA, IKA BKPRMI berharap mampu memperkuat solidaritas umat, mendorong pertanian organik yang ramah lingkungan, serta menjamin ketersediaan pangan berkualitas bagi masyarakat secara berkelanjutan. (F_01)



Discussion about this post