“Jadi harapan saya ajak masyarakat pedagang duduk bareng, ambil jalan terbaik, masyarakat mendapat rezeki nafkah, kawasan industri juga kondusif,”
Selasa 9 Juni 2026 I Pukul 19.10 WIB
Perdagangan, IndoPos86.net – Aksi unjuk rasa yang terjadi kemarin Senin tanggal 8 Juni 2026 oleh puluhan masyarakat pedagang di kantor PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) menuai tanggapan dari berbagai kalangan termasuk tokoh masyarakat Kota Perdagangan Kabupaten Simalungun Bapak Bahrum Damanik.
Tokoh masyarakat kota Perdagangan Kabupaten Simalungun Bahrum Damanik ketika dimintai tanggapannya menyampaikan penyesalan atas adanya aksi unjuk rasa yang terjadi di kantor PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA).
“Sebagai masyarakat Kabupaten Simalungun khususnya Kota Perdagangan saya menyesalkan adanya aksi unjuk rasa tersebut, mengingat Kawasan Industri Nusantara ini merupakan objek vital nasional sebagai Kawasan Ekonomi Khusus kebanggaan masyarakat Sumatera Utara umumnya dan masyarakat Kabupaten Simalungun khususnya,” ucap Bahrum Damanik dalam keterangannya kepada media, Selasa (09/06/2026).
Lebih lanjut Bang Bahrum menyampaikan seyogianya pihak Manajemen PT KINRA melakukan pendekatan dan memberi solusi terlebih dahulu kepada pedagang tidak ujug-ujug melakukan pelarangan kepada pedagang yang mencari nafkah.
“Lakukan pendekatan, ajak diskusi dan kasih solusi kepada pedagang, saya kira pendekatan terbaik akan menghasilkan jalan terbaik,” jelas Bahrum Damanik.
Diketahui bersama bahwa didalam kawasan industri Sei Mangkei banyak pedagang makanan dan minuman yang membuka lapak di sepanjang jalan kawasan industri namun menurut penilaian banyak pihak hal tersebut masih tergolong rapi dan tertib serta tidak mengganggu jalannya proses bisnis di dalam kawasan.
Ketika awak media meminta langkah apa yang terbaik untuk tidak terjadinya gerakan massa terhadap Kawasan Industri Sei Mangkei Bahrum Damanik menegaskan bahwa hadirnya Kawasan Industri Nusantara ini kan sudah semestinya membawa dampak positif bagi pendapatan perekonomian masyarakat di Simalungun ini.
“Misalnya dengan mereka berjualan, ikut bekerja, dapat job borongan, atau rumah sewa dan lain-lain, jadi jangan juga masyarakat disini mau usaha dagang saja harus terhambat dilarang dan tidak dibolehkan, ini bukan solusi terbaik. Jadi harapan saya ajak masyarakat pedagang duduk bareng, ambil jalan terbaik, masyarakat mendapat rezeki nafkah, kawasan industri juga kondusif, saya kira itu saja,” pungkas Bang Bahrum Damanik mengakhiri pernyataannya. (Red/IndoPos86.net).



Discussion about this post