Indopos86
Sabtu, 12 September 2026
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Gaya Hidup
  • Budaya
  • Hiburan
  • Tren
  • Otomotif
  • Selebriti
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata-Kuliner
Indopos86
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
Indopos86
HOME LIFESTYLE BUDAYA ENTERTAINMENT FASHION OTOMOTIF SELEBRITI SPORT TECHNO WISATA-KULINER

Literasi Santri Iddadiyah Mangkoso, Persembahkan Buku Di Negeri Perindu Ilmu dan Buku Anrengurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, M.A

28 Juni 2026
in Daerah, Sulawesi Selatan
Literasi Santri Iddadiyah Mangkoso, Persembahkan Buku Di Negeri Perindu Ilmu dan Buku Anrengurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, M.A

Anrengurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy menyerahkan bukunya Ronce Mutiara Kenangan kepada Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang didampingi Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma. Foto: Istimewa/IndoPos86.net.

22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Buku ini mengurai napak tilas perjalanan para santri selama kurang lebih satu tahun menimbah ilmu di Ponpes DDI Mangkoso dengan pencapaian yang sangat luar biasa,”


Minggu 28 Juni 2026 I Pukul 13.35 WIB


Barru, IndoPos86.net – Suasana haru dan penuh kebahagian mewarnai ratusan santri, orang tua dan guru-guru Madrasah Iddadiyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, Sabtu tanggal 27 Juni 2026 di Kampus DDI Bulu Lampang, Barru.

Betapa tidak, selain menampilkan kemampuan para santri Iddadiyah membaca kitab kuning, menghafal juz 30 Al-Quran, dan mengurai isi dan arti serta jumlah ayat dalam satu surah, penampilan musik puisi dan lagu dari Kampus Iddadiyah Tonrongnge, Iddadiyah kampus satu Mangkoso dan kampus tiga Bulu Lampang.

Kepala Madrasah Iddadiyah Ponpes DDI Mangkoso, Prof. (HC) Dr. Muhammad Agus, menegaskan selain menampilkan pencapaian prestasi akademik santri-santriwati juga menariknya karena dirangkaikan launching buku karya Santri Iddadiyah Kampus dua Tonrongnge berjudul “Di Negeri Para Perindu Ilmu” dan Buku Anrengurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc.M.A “83 Tahun Ronce Mutiara Kenangan Masa”.

Menurut Muhammad Agus, buku Di Negeri Para Perindu Ilmu ditulis Farhan Alfarisi Kusuma dan kawan-kawan yang terdiri dari 70 orang santri. Buku ini terbit, kata Muhammad Agus atas promotor dan pembinaan langsung Tokoh Literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma.

“Buku ini mengurai napak tilas perjalanan para santri selama kurang lebih satu tahun menimbah ilmu di Ponpes DDI Mangkoso dengan pencapaian yang sangat luar biasa,” kata Prof. (HC) Muhammad Agus.

Sementara itu, Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si bangga dan memberi apresiasi tinggi atas pencapaian para santri Madrasah Iddadiyah DDI Mangkoso.

“Saya bangga karena santri Iddadiyah dalam waktu singkat mampu menulis dan menerbitkan buku. Jujur saya sudah empat belas tahun berniat menulis buku, namun belum selesai sampai sekarang. Karenanya, saya akan menemui Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma,” kata Abustan Andi Bintang.

Tokoh literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma, menguraikan jika dirinya beberapa waktu lalu hadir memberi kuliah subuh di depan 300 orang santri Iddadiyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso di kampus dua Tonrongnge.

“Saya gercap memberi tugas menulis kepada seluruh santri yang hadir disaksikan para pembina di antaranya Ustadz Dr. Muzakkir, Ustadz Ahmad Rizal, S.Pd, Muh. Samir, S.H, Rahmat Hidayat, S.Pd,” kata BAK.

Para santri penulis, Farhan Alfarisi Kusuma dkk usai menyerahkan karya bukunya kepada Anrengurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc.M.A. dan tokoh lainnya. Foto: Istimewa/IndoPos86.net.

Menurut Bachtiar Adnan Kusuma bersyukur karena selain sesekali berkunjung ke Ponpes DDI Mangkoso terutama di kampus dua Tonrongnge, ia mengakui kalau dirinya selalu memberi insight agar santri terbiasa menulis sejak dini. Para ulama kenamaan Indonesia, kata Bachtiar Adnan Kusuma telah memberi teladan dan contoh yang mulia dengan meninggalkan nama baik melalui kitab-kitabnya.

Karena itu, kata BAK di buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan. Ia adalah mozaik kenangan, potret batin, dan jejak langkah yang ditorehkan oleh para pencari ilmu pada awal perjalanan mereka menuju Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Setidaknya ada tujuh puluh orang santri yang menuliskan pengalaman mereka sejak hari pertama memasuki gerbang pesantren.

Mereka datang dari berbagai penjuru negeri: dari pesisir Papua yang jauh, dari tanah Kalimantan yang luas, dari kota-kota dan kampung-kampung di Sulawesi Selatan, serta dari daerah lain yang dipersatukan oleh satu niat: menuntut ilmu karena Allah. Mereka membawa bahasa ibu masing-masing, kebiasaan masing-masing, juga rasa takut dan harapan yang sama.

Jujur, kata BAK tulisan-tulisan dalam buku ini terasa hidup karena lahir dari momen yang masih hangat. Kita akan menyaksikan bagaimana seorang anak yang baru beranjak remaja harus belajar melepaskan genggaman tangan ibunya. Kita akan melihat adegan yang begitu manusiawi dan menyentuh: mata yang basah menahan tangis, bibir yang berusaha tersenyum agar orang tua tidak khawatir, tubuh yang lemas memandangi punggung ayah dan ibu yang perlahan menjauh dari halaman pondok. Seakan sebagian rumah ikut berjalan bersama langkah itu.

Namun, kata BAK sesungguhnya, pada saat yang sama, mereka sedang memasuki pelukan baru: pelukan ilmu, pelukan adab, pelukan para guru yang teduh dan berwibawa. Di hadapan para ustadz dan pembina, para santri menerima pelajaran pertama yang tak tertulis di papan tulis mana pun: bahwa ilmu bukan hanya diucapkan, melainkan dipantulkan melalui akhlak. Sikap tenang, tutur kata lembut, ketegasan yang adil, dan keteladanan hidup adalah kitab pertama yang dibaca oleh para santri di Mangkoso.

Di pesantren, kata BAK, mereka belajar bahwa mondok bukan hanya soal membaca kitab dan menghafal matan. Mondok adalah latihan hidup. Ia menempa hati agar sabar, melatih jiwa agar kuat, mengajar tubuh agar disiplin, dan menuntun akhlak agar lembut. Di sana seorang anak perlahan dibentuk menjadi manusia yang lebih matang

“Anregurutta K.H. Abdurahman Ambo Dalle, Prof. K.H. Ali Yafie, K.H. Sanusi Baco dan yang mulia Gurutta Prof. Dr. K.H. Muhammad Faried Wadjedy, M.A telah memberi teladan dengan menulis buku,” kata Bachtiar Adnan Kusuma, Penggerak Gerakan Santri Menulis Buku untuk Indonesia.

Di prosesi peluncuran buku tampil delapan orang santri putra menyerahkan buku karyanya kepada Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso Prof. Dr. K.H. Muh. Faried Wadjedy, Lc.M.A Kepala Madrasah Iddadiyah DDI Mangkoso Prof(HC) Dr. Muhammad Agus, Ketua Yayasan, Pembina Santri Iddadiyah Muh. Rizal, Hj. Mastura. Anregurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy menyerahkan bukunya “Ronce Mutiara Kenangan” kepada Wakil Bupati Barru, Kepala Kantor Kemenag Barru dan Kepala Kantor Urusan Haji Kabupaten Pangkep. (Red/IndoPos86.net).

Tags: Bachtiar Adnan KusumaPonpes DDI MangkosoProf. Dr. K.H. Muhammad Faried Wadjedy
Previous Post

Resmi Dilantik, Faisal Amry Nahkodai Desa Suka Raya Periode 2026–2034

Next Post

SAH!! Yan Patmos Plt Kepala Lapas Narkotika Langkat Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum

Next Post
SAH!! Yan Patmos Plt Kepala Lapas Narkotika Langkat Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum

SAH!! Yan Patmos Plt Kepala Lapas Narkotika Langkat Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum

Discussion about this post

Terhangat Sepekan

  • Eksepsi Tergugat V Diterima, PN Medan Dinyatakan Tak Berwenang Mengadili Perkara Perdata

    Eksepsi Tergugat V Diterima, PN Medan Dinyatakan Tak Berwenang Mengadili Perkara Perdata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andika Sitepu, Sosok yang Mewakafkan Diri untuk HMI, Kini Siap Bergerak untuk KAHMI Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJ Cantik Diciduk di Medan, Polisi Bongkar Bisnis Pod Getar Rp2,1 Juta 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosok Thomas Dibalik Kekisruhan Warga Dompas VS Koperasi BBDM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Masyarakat Sesalkan Aksi Unjuk Rasa di KEK Sei Mangkei

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pos-pos Terbaru

  • Perkuat Tata Kelola dan Standar Global, PTPN IV Akselerasi Sertifikasi Ratusan Kebun dan PKS di Seluruh Regional
  • Irjen Andry Wibowo: Pengamalan Pancasila Harus Terlihat dalam Pelayanan Masyarakat
  • Eksepsi Tergugat V Diterima, PN Medan Dinyatakan Tak Berwenang Mengadili Perkara Perdata
  • Lampu Jalan Mati Tak Kunjung Teratasi, Ketua Ranting PP Helvetia Kecewa: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab!
  • Dedikasi Tanpa Batas: Di Tengah Padatnya Tugas, AJMI Perkuat Soliditas Lewat Ngopi Bareng
Indopos86

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Navigate Site

  • #150 (tanpa judul)
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Lainnya…
    • Khazanah
    • Opini
    • Gaya Hidup
    • Budaya
    • Hiburan
    • Tren
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Wisata-Kuliner
  • Advertorial

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist