“Sekarang setelah Holding PTPN malah hutang menumpuk, dan beban sosial dan beban hukum terus menjerat,”
Jumat 13 Februari 2026 I Pukul 15.05 WIB
Jakarta, IndoPos86.com – sebagai sosok yang pernah mengabdi di PTPN, HN. Serta Ginting yang saat ini berusia 78 Tahun masih memiliki daya ingat yang luar biasa. Beliau yang mengawali kerja sebagai Centeng Kebun hingga sebagai karyawan pimpinan di bidang Humas PTPN 3 (sekarang PTPN IV Regional 1) masih terus menyuarakan sikapnya yang jelas-jelas menolak Holding PTPN.
Baru-baru ini saat makan malam bersama 3 Direktur SDM di sebuah Restoran di Kota Medan, kembali beliau tegas bahwa hingga saat ini meskipun tinggal dirinya sendirian dirinya tetap tidak setuju dengan berdirinya Holding PTPN.
“Dulu setiap PTPN 1 sampai dengan PTPN XIV berkompetisi untuk mensejahterakan karyawannya dan pensiunan serta memberikan kontribusi deviden ke Negara. Sekarang setelah Holding PTPN malah hutang menumpuk, dan beban sosial dan beban hukum terus menjerat,” ungkap Serta Ginting kepada media, Jumat (13/02/2026).
Serta Ginting menambahkan bahwa setelah dibentuknya Holding PTPN ternyata hanya PTPN IV Regional 1 dan Regional 2 yang dianggap mampu membukukan keuntungan.

“Saya kecewa dengan semakin mundur dan merosotnya kondisi PTPN saat ini. Tahun 1996 PTPN itu ada 14, sedang diakhir masa jabatan Presiden SBY tahun 2014 PTPN digabungkan menjadi 1 PTPN yaitu Holding PTPN 3, tidak lama kemudian diubah lagi menjadi 3 Sub Holding yaitu PTPN 1, PTPN IV dan PT SGN, padahal ini semua bukti bahwa apa yang saya bilang sejak 2015 bahwa saya tidak setuju Holding PTPN ternyata benar, akibat tidak mampu mengatasi masalah yang timbul dibuatlah 3 entitas dibawah Holding PTPN artinya di pecah lagi ada Holding PTPN dan ada 3 Sub Holding,” jelas Serta Ginting.
Hal tersebut disampaikan oleh HN Serta Ginting saat diberikan kesempatan menyampaikan pandangannya saat makan malam bersama Direktur SDM Holding PTPN, Direktur SDM PTPN 1 dan Direktur SDM PTPN IV.
“Jangankan kepada pensiunan, kepada karyawan saja masih terjadi perbedaan pendapatan padahal sudah Holding PTPN. Sesama PTPN 1 saja pendapatan berbeda beda yg diterima karyawan. Jadi untuk apalah ada penyatuan PTPN?”, tegas Serta Ginting. (Red/IndoPos86.com).



Discussion about this post