Indopos86
Sabtu, 12 September 2026
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Gaya Hidup
  • Budaya
  • Hiburan
  • Tren
  • Otomotif
  • Selebriti
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata-Kuliner
Indopos86
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
Indopos86
HOME LIFESTYLE BUDAYA ENTERTAINMENT FASHION OTOMOTIF SELEBRITI SPORT TECHNO WISATA-KULINER

Budaya Literasi Tinggi, Cegah Kemiskinan, BAK dan Aldy di HUT 162 Jeneponto

30 April 2025
in Daerah, Sulawesi Selatan
Budaya Literasi Tinggi, Cegah Kemiskinan, BAK dan Aldy di HUT 162 Jeneponto

Tokoh Literasi dan Penulis Nasional Bachtiar Adnan Kusuma mengurai Buku karyanya di Dinas Perpustakaan Kabupaten Jeneponto. Foto: Istimewa/IndoPos86.com.

41
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Kemajuan sebuah daerah sangat ditentukan dengan kemajuan literasi konten budaya lokalnya dengan pemajuan budaya literasi baca, budaya menulisnya tinggi,”


Rabu 30 April 2025 I Pukul 08.05 WIB


Jeneponto, IndoPos86.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto menyambut HUT 162 Jeneponto, menggelar Diskusi dan Bedah Buku konten lokal bertajuk ”Pernak-Pernik Pemikat Hati Budaya Turatea” (P3HBT), Selasa (29/04/2025) di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto. Acara diskusi dan bedah buku yang dibuka Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Nur Alim Basir.

Bedah buku yang digelar dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Jeneponto yang ke 162 Tahun, Kamis tanggal 1 Mei 2025, dihadiri sejumlah pustakawan sekolah pegiat literasi, pengelolah TBM dan tokoh masyarakat, menghadirkan pembicara Tokoh Literasi, penulis Nasional yang menulis buku “Pernak Pernik Pemikat Hati Budaya Turatea (P3HBT)” Bachtiar Adnan Kusuma dan penulis buku “Jeneponto Abad 20” Aldy Saputra, dipandu oleh Haerullah Lodjik.

Bachtiar Adnan Kusuma, mengurai isi buku secara menarik konten lokal Pernak-Pernik Pemikat Hati Budaya Turatea yang dibuka dengan pernyataan bahwa dirinya lebih setuju jika istilah bedah buku diganti dengan istilah diskusi buku. Alasannya, kata penulis ratusan buku bergenre biografi Tokoh Nasional dan Lokal serta literasi ini, adalah setuju menggunakan istilah ‘Diskusi Buku’ agar lebih produktif. Secara energik, serius namun santai. BAK mengurai isi buku dari judul “Pernak-Pernik Pemikat Hati Budaya Turatea’’ lebih banyak memperkenalkan promosi konten lokal dan kearifan budaya Turatea yang ditulis dengan gaya essai, santai dan eksotis.

Menurut BAK, dengan hadirnya buku-buku bergenre budaya dan kearifan lokal, tidak hanya dalam wacana diksi, tetapi juga penting ada aksi nyata yang dibuktikan dengan hadirnya bacaan yang sehat dan bisa memberi energi positif. Misalnya saja, BAK memberi contoh pada bidang literasi dan perpustakaan, apa yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto dengan menggelar diskusi buku menghadirkan para penulis adalah usaha nyata meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca yang menunjukkan pergerakan kemajuan signifikan sejak masa kepemimpinan Iksan-Paris, berlanjut ke Paris-Islam. “Kita patut bersyukur karena IPLM Kabupaten Jeneponto tahun 2024 berada diangka 77,56 dan TGM 70,03,” kata BAK.

Karena itu, BAK yakin hanya dengan penguatan budaya literasi yang tinggi, maka kabupaten Jeneponto bisa sejajar dari kabupaten/kota lain di Sulsel. Selain penguatan budaya literasi yang tinggi, bisa mencegah kemiskinan. Misalnya saja, urai BAK dalam filosofi ekonomi menyebutkan bahwa hanya dengan penguatan literasi yang tinggi bisa memberikan efek kesejahteraan masyarakat ”Knowledge driven economy”. Apalagi, kata Sir Prancis Bason mengungkapkan bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Makanya, kata Penneber psikolog terkemuka dari Amerika Serikat, kutip BAK bahwa membaca dan menulis tidak bisa dipisahkan.

Bachtiar Adnan Kusuma bersama peserta Bedah Buku Pernak-Pernik Pemikat Hati Budaya Turatea, Kadis Dispursip Jeneponto, Kabid dan Ojik serta Aldi Saputra. Foto: Istimewa/IndoPos86.com.

Lalu, bagaimana caranya literasi bisa mengatasi kemiskinan? Nah, dengan penguatan budaya literasi tinggi bisa memberi dampak pada perekonomian dan dunia kerja kita. Contoh, para pekerja kita dengan tingkat literasi yang rendah memiliki penghasilan 30-42% lebih rendah dari rekan kerjanya yang memiliki kemampuan literasi bagus. Dalam dunia kerja, misalnya lanjut BAK siapa yang memiliki literasi yang bagus bisa memberi efek kesejahteraan kinerja seseorang yang lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki literasi lemah.

“Kemajuan sebuah daerah sangat ditentukan dengan kemajuan literasi konten budaya lokalnya dengan pemajuan budaya literasi baca, budaya menulisnya tinggi,” tegas BAK.

Sementara itu, Aldy Saputra memperkenalkan sejarah dan budaya Jeneponto melalui lensa buku yang ditulisnya yaitu Jeneponto di Abad 20.

Dari berbagai peserta antusias mengajukan pertanyaan terutama ditujukan kepada Bachtiar Adnan Kusuma tentang kiat sukses membaca dan menulis buku. Pada sesi akhir Bachtiar Adnan Kusuma menyerahkan buku karya yang ditulis dan disunting pada beberapa perwakilan peserta Bedah dan diskusi Buku Perpustakaan Jeneponto. (Rls/IndoPos86.com).

Tags: Bachtiar Adnan KusumaHUT Jeneponto Ke 162
Previous Post

Pelaksanaan Sita Eksekusi Tanah 8.786 M² di Jalan Platina Raya Titi Papan Medan Berjalan Sukses

Next Post

PalmCo Bantu Ribuan Warga, Cek Daftar Aksinya Dimana Saja

Next Post
PalmCo Bantu Ribuan Warga, Cek Daftar Aksinya Dimana Saja

PalmCo Bantu Ribuan Warga, Cek Daftar Aksinya Dimana Saja

Discussion about this post

Terhangat Sepekan

  • Eksepsi Tergugat V Diterima, PN Medan Dinyatakan Tak Berwenang Mengadili Perkara Perdata

    Eksepsi Tergugat V Diterima, PN Medan Dinyatakan Tak Berwenang Mengadili Perkara Perdata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andika Sitepu, Sosok yang Mewakafkan Diri untuk HMI, Kini Siap Bergerak untuk KAHMI Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJ Cantik Diciduk di Medan, Polisi Bongkar Bisnis Pod Getar Rp2,1 Juta 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosok Thomas Dibalik Kekisruhan Warga Dompas VS Koperasi BBDM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Masyarakat Sesalkan Aksi Unjuk Rasa di KEK Sei Mangkei

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pos-pos Terbaru

  • Perkuat Tata Kelola dan Standar Global, PTPN IV Akselerasi Sertifikasi Ratusan Kebun dan PKS di Seluruh Regional
  • Irjen Andry Wibowo: Pengamalan Pancasila Harus Terlihat dalam Pelayanan Masyarakat
  • Eksepsi Tergugat V Diterima, PN Medan Dinyatakan Tak Berwenang Mengadili Perkara Perdata
  • Lampu Jalan Mati Tak Kunjung Teratasi, Ketua Ranting PP Helvetia Kecewa: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab!
  • Dedikasi Tanpa Batas: Di Tengah Padatnya Tugas, AJMI Perkuat Soliditas Lewat Ngopi Bareng
Indopos86

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Navigate Site

  • #150 (tanpa judul)
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Lainnya…
    • Khazanah
    • Opini
    • Gaya Hidup
    • Budaya
    • Hiburan
    • Tren
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Wisata-Kuliner
  • Advertorial

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist