“Pustakawan tak sekadar pandai dan punya kemampuan membaca buku, tapi lebih penting lagi pustakawan mampu menulis resensi buku apa yang telah dibaca di perpustakaan,”
Sabtu 30 November 2024 I Pukul 17.30 WIB
Makassar, IndoPos86.com – Ketua Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma, menggugah para pustakawan Indonesia, khususnya pustakawan Sulawesi Selatan agar menjadi ratu dunia. Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan kalau pustakawan adalah profesi mulia, bukan hanya bertujuan untuk kemaslahatan dunia, tapi menjadi ladang amal menuju surga.
Pustakawan sebagai Ratu dunia, kata Penulis ratusan buku dan motivator dan pembicara di berbagai forum Nasional dan lokal ini, bukan hanya menguasai informasi dan teknologi digital kebaruan, melainkan pustakawan haruslah menjadi Ratu Dunia yaitu menjadi juru penyampai informasi yang akurat tugasnya memberikan layanan kepada masyarakat.
Misalnya saja, kata Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Kabupaten Maros, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan ini, pustakawan wajib memberikan layanan prima pada setiap warga masyarakat yang butuh informasi di perpustakaan. Makanya, pertama kata Bachtiar Adnan Kusuma, pustakawan harus cakap dan memiliki kecakapan dan keahlian terhadap profesi yang ditekuni sesuai perkembangan teknologi informasi.

Kedua, sebagai profesi, setiap pustakawan wajib terus menerus mengembangkan dirinya dengan memperkuat basis pengetahuan, kecakapan dan kemampuan diri sebagai seorang yang berprofesi pustakawan. Caranya, setiap hari pustakawan wajib membaca buku minimal satu judul dengan tebal 100 halaman.
“Pustakawan tak sekadar pandai dan punya kemampuan membaca buku, tapi lebih penting lagi pustakawan mampu menulis resensi buku apa yang telah dibaca di perpustakaan,” kata Bachtiar Adnan Kusuma, saat memberikan insight Peningkatan Kemampuan Profesional Pustakawan Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan, Sabtu (30/11/2024) di Grand Imawan Hotel yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
Ketiga, pustakawan haruslah memiliki kemampuan diri dengan membangun rasa bangga terhadap profesinya sebagai pustakawan yang jujur, kendati jujur harus diakui profesi pustakawan belum populer seperti profesi dokter, guru dan profesi lainnya.
“Seorang pustakawan selain dituntut punya skill, knowledge dan ability juga punya kemampuan komunikasi yang handal,kaya tentang public relation dan memiliki horison wawasan luas, karena efek membaca buku rutin,” kunci Bachtiar Adnan Kusuma. (Red/IndoPos86.com).



Discussion about this post