“Saya sangat mengecam tindakan keji dan kejam dari para mafia maling yang dengan sengaja menembak kearah bagian kepala seorang karyawan petugas pengaman kebun yang bernama Julianto,”
Kamis 20 November 2025 I Pukul 01.20 WIB
Medan, IndoPos86.com – Julianto (47) karyawan Kebun Sarang Giting PTPN IV Regional 1 yang sehari-hari bertugas sebagai tenaga pengaman kebun (sekurity) pada Jumat lalu tanggal 14 Nopember 2025 menjadi korban keganasan mafia aset kebun alias maling.
Kejadian tersebut terjadi di areal afdeling V Blok X-W-23 TM 2000 kelapa sawit Kebun Sarang Giting Desa Sarang Torop Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai dimana korban dianiaya serta terkena tembakan menggunakan senapan angin oleh kawanan pencuri buah TBS kelapa sawit milik Kebun Sarang Giting PTPN IV Regional 1.
Pihak Manajemen Kebun Sarang Giting telah melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke Kepolisian Sektor Dolok Masihul Polres Serdang Bedagai pada hari Sabtu tanggal 15 Nopember 2025.
Menanggapi peristiwa tersebut, HN. Serta Ginting yang juga mantan centeng PTPN menyampaikan keprihatinan dan mengecam kejadian tersebut.
“Saya sangat mengecam tindakan keji dan kejam dari para mafia maling yang dengan sengaja menembak kearah bagian kepala seorang karyawan petugas pengaman kebun yang bernama Julianto, kalau mengarah kepada kepala itu niatnya membunuh, mematikan kecuali kearah kaki atau tangan,” ungkap H. Serta Ginting kepada awak media Rabu (19/11/2025).
“Ini tidak bisa dibiarkan, Manajemen Kebun Sarang Giting dan Regional 1 dalam hal ini Pak Rurianto harus serius membawa persoalan ini sampai ke akarnya, saya kira semua pelaku wajib ditangkap jangan ada yang dibiarkan seolah kebal hukum,” lanjutnya.
Diketahui juga bahwa Manajemen Kebun Sarang Giting meminta kepada aparat kepolisian agar pelaku di proses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia dan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.
“Saya 15 tahun menjadi centeng kebun PTPN, saya tau bahwa teman-teman dibagian pengamanan merupakan ujung tombak penyelamatan produksi. Kalau pengamanan dilumpuhkan maka pencuri, mafia dan maling-maling itu semakin leluasa menghabiskan asset PTPN,” tegas Serta Ginting.
Lebih lanjut Ketua Umum DPN FKPPN yang saat dimintai tanggapannya didampingi Ir. H. Baginda Panggabean selaku Sekretaris Jenderal dan Paijo sebagai Bendahara Umum mengingatkan agar Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) juga menaruh perhatian atas peristiwa tragis ini.
Kemarin diketahui di sejumlah media sosial bahwa petinggi PTPN IV Regional 1 yaitu Bapak Ahmad Diponegoro Tanjung telah mengunjungi korban di RS Sri Pamela Tebing Tinggi, beliau hadir atas nama Manajemen PTPN IV dan menitip salam dan support dari Suhendri Direktur SDM & TI PTPN IV.
Diakhir tanggapannya H. Serta Ginting menyampaikan salam dan doa serta keprihatinan kepada Julianto dan keluarga agar tetap tabah dan sabar menerima cobaan ini, dan teruslah bekerja dengan baik, karena menyelamatkan produksi kebun merupakan tugas mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (Red/IndoPos86.com).



Discussion about this post