“Tidak ada bangsa yang besar, kecuali hanya dengan bangsa yang membaca. Karena itu, Kabupaten Gowa bisa menjadi kabupaten terdepan di Sulsel jika saja literasinya maju,”
Selasa 13 Agustus 2024 I Pukul 17.05 WIB
Gowa, IndoPos86.com – Tokoh literasi Bachtiar Adnan Kusuma didaulat menyampaikan Orasi Kemerdekaan Literasi, Pendidikan dan Kebudayaan di depan peserta perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 79 Tahun yang dipusatkan di Bungung Barania, Bajeng Kabupaten Gowa, Selasa (13/08/2024).
Kegiatan yang dikemas bertajuk “ A’Dinging-Dinging Ri Bungung Barania Mataallo ” yang diselenggarakan Lembaga Adat Kerajaan Bajeng, Gowa, dihadiri oleh pemangku adat kerajaan Bajeng, Pengurus Cabang PPM Kabupaten Gowa, tokoh-tokoh masyarakat, perempuan dan anak muda.
Bachtiar Adnan Kusuma, menyampaikan orasinya menekankan pentingnya literasi baca, tulis, budaya dan agama menjadi satu kesatuan ekosistem terutama menjaga dan merawat artefak tapak-tapak sejarah para pendahulu kita. Pentingnya literasi, menjadi agenda utama perlu memeroleh perhatian bagi pemerintah kabupaten Gowa dan seluruh kunci-kunci masyarakat. Selain literasi, kata BAK telah menjadi agenda nasional Presiden Joko Widodo, Literasi telah menjadi parameter kemajuan suatu daerah, provinsi atau suatu bangsa.
“Tidak ada bangsa yang besar, kecuali hanya dengan bangsa yang membaca. Karena itu, Kabupaten Gowa bisa menjadi kabupaten terdepan di Sulsel jika saja literasinya maju. Serta sebagai catatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat bisa maju jika semua terlibat bergotong royong ikut serta memajukan literasi,” ucap BAK.
Dirinya menambahkan bahwa tantangan kita bersama mengembalikan kabupaten Gowa sebagai kabupaten terdepan pada bidang literasi baca dan tulis, literasi agama dan literasi Kearifan dan Budaya yang tinggi.Yang saat ini, kata BAK kabupaten Gowa memiliki IPLM tahun 2023 terendah di Sulawesi Selatan dengan angka 65, 12 disusul Kabupaten Luwu dan Wajo.

Karena itu, BAK menggugah para generasi muda turunan pejuang kemerdekaan, veteran pejuang dan TNI Polri agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan budaya membaca yang tinggi.
“Kemajuan anak-anak veteran, pejuang kemerdekaan dan turunnya bisa maju bertumbuh jika mereka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Caranya dengan menempatkan budaya membaca yang tinggi menjadi pilar utama majunya generasi muda-mudi para eks pejuang kemerdekaan, veteran pejuang, eks TNI Polri,” kata Bachtiar Adnan Kusuma yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Sulsel dan Deklarator Nasional Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia Pusat ini.
“Kami berharap anak-anak pejuang kemerdekaan, cucu-cucu serta anak-anak eks TNI dan Polri wajib menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena hanya dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka daerah atau bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang tumbuh besar. Caranya, menguasai dan merebut ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memiliki budaya literasi yang tinggi,” tegas BAK.
Di ujung Orasinya, BAK menyerahkan wakaf buku karya Dr. H.M. Amir Uskara yang berjudul “Ayo Membangun Desa”, dan buku-buku lainnya kepada Drs. Abdul Kahar Pattola Daeng Siala.
”Atas nama Pemangku Adat Kerajaan Bajeng, kami menyampaikan terim kasih yang tinggi atas kehadiran Tokoh Nasional Pak BAK dan mewakafkan buku karya Dr. H.M. Amir Uskara, buku BAK dan buku Andi Muhammad Irfan AB,” pungkas Abdul Kahar Pattola Daeng Siala. (Red/IndoPos86.com).



Discussion about this post