Indopos86
Senin, 15 Juni 2026
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Gaya Hidup
  • Budaya
  • Hiburan
  • Tren
  • Otomotif
  • Selebriti
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata-Kuliner
Indopos86
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
Indopos86
HOME LIFESTYLE BUDAYA ENTERTAINMENT FASHION OTOMOTIF SELEBRITI SPORT TECHNO WISATA-KULINER

Bachtiar Adnan Kusuma, Aktivis Literasi, Tidak Digaji Tetap Bergerak

7 Juni 2026
in Daerah, Sulawesi Selatan
Bachtiar Adnan Kusuma, Aktivis Literasi, Tidak Digaji Tetap Bergerak

Bachtiar Adnan Kusuma menjadi Pembicara Pamungkas di Forum Gerakan Nasional Literasi Geraulis menampilkan Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI, Nurhadisaputra. Foto: Istimewa/IndoPos86.net.

7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Nur Rasul*


Minggu 7 Juni 2026 I Pukul 11.45 WIB


Makassar, IndoPos86.net – Tokoh Literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) pagi ini, tampil menjadi pembicara pamungkas di Forum Diklat Talenta Ke-4 yang digelar Gerakan Literasi Nasional Geraulis dengan Tema ”Wujudkan Generasi Cerdas Melalui Penguatan Literasi Masyarakat”, Sabtu tanggal 6 Juni 2026.

Bachtiar Adnan Kusuma, menjadi pembicara kedua dengan Judul “ Meluruskan Arah Gerakan Literasi Indonesia, Peran Aktivis Literasi di Tengah Darurat Akses Bacaan Bermutu” diikuti 401 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nurhadisaputra, menyampaikan materinya dengan mengurai lengkap Peran Perpustakaan Nasional Dalam Penguatan Budaya Baca di Indonesia.

Sebagai salah seorang peserta di Forum Talenta Gerakan Literasi Nasional Geraulis, penulis menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bachtiar Adnan Kusuma karena tidak sekadar menyampaikan ide dan gagasan tentang literasi. Lebih dari itu, apa yang disampaikan beliau merupakan sebuah seruan moral untuk menghidupkan kembali semangat gerakan literasi Indonesia yang lebih nyata, membumi, dan berdampak.

Melalui pengalaman panjangnya sebagai aktivis literasi selama lebih dari tiga dekade, BAK mengingatkan bahwa tantangan terbesar bangsa ini bukan hanya rendahnya minat baca, tetapi juga masih terbatasnya akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang bermutu. Karena itu, sudah saatnya gerakan literasi tidak berhenti pada diskusi, seminar, atau slogan semata, melainkan bergerak menuju aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu pesan penting yang sangat menggugah adalah perlunya mengubah cara pandang terhadap literasi. Literasi tidak boleh diposisikan sebagai aktivitas eksklusif yang hanya dinikmati kalangan tertentu. Literasi harus hadir sebagai kebutuhan hidup, menjadi bagian dari keseharian masyarakat, serta mampu menjangkau seluruh lapisan tanpa sekat sosial maupun ekonomi.

BAK juga mengingatkan bahwa kekuatan literasi tidak hanya terletak pada budaya membaca, tetapi juga pada keberanian menulis. Membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Sebuah bangsa akan maju apabila masyarakatnya tidak hanya gemar menyerap pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi generasi berikutnya.

Karena itu, berbagai gerakan yang beliau gagas seperti Gerakan Guru dan Pustakawan Menulis Satu Buku Indonesia, Gerakan Satu Masjid Satu Buku, Gerakan Santri Menulis Indonesia, hingga dorongan agar birokrat dan politisi turut membaca serta menulis buku, merupakan langkah konkret yang layak mendapat dukungan bersama.

“Perlu meluruskan mindset tentang literasi bahwa literasi tidak penting dan hanya tugas pemerintah, saatnya berpikir mindset bertumbuh (growth mindset). Jangan hanya mendorong masyarakat membaca, tapi tidak mendorong gerakan menulis. Keduanya harus sejurus,” kata BAK.

Bachtiar Adnan Kusuma Bersama Nurhadisaputra menjadi Pembicara di Forum Bunda Literasi Lampung Tengah beberapa waktu silam. Foto: Istimewa/IndoPos86.net.

Yang paling menginspirasi dari seluruh gagasan beliau adalah semangat pengabdian yang terus menyala. Prinsipnya “Tidak Digaji, Tetap Bergerak” menunjukkan bahwa perjuangan literasi lahir dari idealisme, ketulusan, dan keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Akademi Literasi Nasional yang digagas Perpustakaan Nasional RI melalui Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 04 Tahun 2022 tentang Akademi Literasi wajib didorong terus menerus agar menjadi raung kolaborasi sesama aktivis literasi Indonesia yang jumlahnya sekira 15.000 orang, selain sebagai ajang memperjuangkan nasib para aktivis literasi.

Selain itu, BAK juga menggerakkan Gerakan Nasional Satu Masjid Satu Perpustakaan atas kerja sama Pengurus Pusat IKA BKPRMI dan Perpustakaan Nasional yang telah diluncurkan pada tanggal 14 Mei 2022 di Auditorium Perpustakaan Nasional Jalan Merdeka Selatan yang terus didorong oleh BAK, Gerakan Guru d, Pustakawan Menulis Satu Buku Indonesia.

Forum Gerakan Literasi Nasional dan Diklat Talenta Literasi Nasional ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan aktivis literasi Indonesia. Hadir Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nurhadisaputra, Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Nasional Gareulis Syahril, S.E., M.I.Pol., Ketua Umum GLN Hj. Yulia Yulianti, M.Pd.

Sebagai sosok yang telah lama mengabdikan diri di panggung literasi nasional, BAK juga dikenal sebagai Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasa Dharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI, penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada individu yang memiliki kontribusi luar biasa dalam pengembangan perpustakaan dan literasi di Indonesia.

Pada akhirnya, ungkapan “Literasi adalah sebuah pilihan hidup, tidak mudah memang” menjadi penegasan bahwa perjuangan literasi bukan pekerjaan sesaat. Ia adalah jalan panjang yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk terus bergerak meski tantangan menghadang.

Apa yang disampaikan BAK hari ini sejatinya bukan hanya sebuah materi diskusi, melainkan sebuah ajakan untuk bersama-sama mengambil peran. Sebab masa depan bangsa yang cerdas tidak lahir dari banyaknya wacana, melainkan dari keberanian mengubah setiap diksi menjadi aksi nyata.

Ketua Umum Gerakan Literasi Nasional Gareulis R. Hj. Yulia Yulianti, M.Pd, menyampaikan apresiasi sangat tinggi atas kehadiran Bachtiar Adnan Kusuma memberi insight dan inspirasi yang sangat berharga bagi peserta Diklat Talenta Gerakan Literasi Nasional. ”Sangat menggugah dan aplikatif,” kunci Hj. Yulia. (Red/IndoPos86.net).


*Penulis merupakan Founder Zigid Indonesia

Tags: Bachtiar Adnan KusumaGerakan Literasi Nasional GeraulisMuhammad Nur RasulZigid Indonesia
Previous Post

Bachtiar Adnan Kusuma, Persembahkan Buku “Di Negeri Para Perindu Ilmu” Santri Iddadiyah dari Bukit Tonrongnge

Next Post

Dewan Komisaris PTPN IV PalmCo Tinjau Keandalan Operasi dan Dukung Peningkatan Kualitas Produksi di Kebun Danau Kembar dan Kayu Aro

Next Post
Dewan Komisaris PTPN IV PalmCo Tinjau Keandalan Operasi dan Dukung Peningkatan Kualitas Produksi di Kebun Danau Kembar dan Kayu Aro

Dewan Komisaris PTPN IV PalmCo Tinjau Keandalan Operasi dan Dukung Peningkatan Kualitas Produksi di Kebun Danau Kembar dan Kayu Aro

Discussion about this post

Terhangat Sepekan

  • Tuntut Keadilan, Tim Hukum Desak Kapolda Sumut Copot Kapolsek Dan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Atas Dugaan Tangkap Lepas Pelaku Penganiayaan

    Tuntut Keadilan, Tim Hukum Desak Kapolda Sumut Copot Kapolsek Dan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Atas Dugaan Tangkap Lepas Pelaku Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolsek, Kanit Reskrim dan Penyidik Polsek Medan Baru di Laporkan Ke Propam Polda Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Masyarakat Sesalkan Aksi Unjuk Rasa di KEK Sei Mangkei

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Dunia dan Segala Isinya Milik Tuhan”, GKPI JK Sentosa Gelar Ibadah Ekologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAD Kota Medan Jadi Sorotan, Pejabat Bapenda Malah Terbang ke Bali ‎

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pos-pos Terbaru

  • Faisal Ibrahim Surur dan The Speed of Truts
  • ‎Korban Menanti Keadilan, Kapolda Sumut didesak Evaluasi Kapolsek Medan Baru dan Jajarannya
  • Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, DPC GRIB Jaya Medan Bersama PAC GRIB Jaya Medan Petisah Bagikan 500 Nasi Kotak kepada Masyarakat
  • Potensi Abuse of Power pada Desk Ketenagakerjaan Polri
  • Tim Hukum Arif Bongkar Kejanggalan Sidang, Keterangan Saksi Berubah dari Besi Jadi Celurit
Indopos86

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Navigate Site

  • #150 (tanpa judul)
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Lainnya…
    • Khazanah
    • Opini
    • Gaya Hidup
    • Budaya
    • Hiburan
    • Tren
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Wisata-Kuliner
  • Advertorial

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist