“Membaca berarti kita membuka diri atas kesadaran pentingnya alas pengetahuan, merenungi makna dan memahami kehidupan agar lebih jernih,”
Senin 9 Maret 2026 I Pukul 09.00 WIB
Makassar, IndoPos86.com – Tokoh Literasi dan Penulis Nasional Bachtiar Adnan Kusuma, mengajak umat Islam Indonesia agar menjadikan bulan Ramadhan 1447 H sebagai bulan kebangkitan literasi Indonesia. Bachtiar Adnan Kusuma menegaskan kalau turunnya Al-Quran tidak bisa dilepaskan dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, sesungguhnya bukan perintah shalat, bukan perintah naik haji dan bukan perintah puasa, tapi satu kata yang paling mendasar “Iqra“ yaitu perintah pertamakali membaca.
Menurut BAK, perintah membaca adalah fondasi peradaban Islam. Ia menegaskan kalau agama Islam haruslah dibangun di atas ilmu, sebab katanya membaca tak sekadar aktivitas akademik, tetapi membentuk kesadaran kolosal umat Islam.
“Membaca berarti kita membuka diri atas kesadaran pentingnya alas pengetahuan, merenungi makna dan memahami kehidupan agar lebih jernih. Wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca, kedengaran sepele, namun efeknya terhadap kehidupan umat Islam sangatlah besar,” kata Bachtiar Adnan Kusuma, saat memberi Kuliah Subuh di Masjid Anny Mujahidah Rasunnah, Parangtambung, Kota Makassar, Senin tanggal 9 Maret 2026.
Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan jika wahyu pertama perintah membaca dan Al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan, maka secara logika Ramadhan adalah bulan kebangkitan literasi. Membaca, kata Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Kabupaten Maros dan Kepala Badan Nasional Literasi Labbaik IKA BKPRMI ini, tak sekadar melafalkan huruf-huruf Al-Quran, tetapi membaca memaknai apa di balik turunnya sebuah wahyu.

“Membaca secara tekstual dan membaca secara kontekstual dibutuhkan kemampuan literasi yang kuat, agar umat Islam tidak menjadi pengikut buta-buta,” urai Ketua Forum nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI.
Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma menegaskan kembali kalau spirit Iqra dalam bulan Ramadhan telah mengajarkan keberagaman tidak boleh berhenti pada ritual saja, tapi Ramadhan telah menjadi bulan pembentukan tradisi literasi Islam untuk pembangunan peradaban umat.
Nah, kelemahan kita umat Islam, selain masih kurang membaca Al-Quran juga kurang membaca buku-buku umum, membuat kita lemah karena tidak terbiasa dengan ekosistem umat yang memiliki kebudayaan membaca yang tinggi.
Padahal, kata Bachtiar Adnan Kusuma, Ramadhan telah meletakkan pondasi yang kuat dan strategis menghidupkan kembali tradisi literasi baca dan literasi agama. Karena hanya dengan literasi yang kuat, akan melahirkan peradaban dan peradaban tidak bisa bangkit tanpa literasi, efeknya agama bisa terjebak dalam simbol-simbol tanpa substansi.
“Nah, Ramadhan hadir dan membuka kesempatan bagi umat Islam Indonesia untuk kebangkitan literasi. Misalnya, kata Bachtiar Adnan Kusuma, dalam bulan Ramadhan kita gerakkan “One Day One Juz” meningkat menjadi “One Day One Insight” dan “One Day One Book”. (Red/IndoPos86.com).



Discussion about this post