“Jalan saja, tidak perlu atribut, apalagi pengakuan, terus saja bergerak atas nama pembudayaan minat baca masyarakat,”
Rabu 19 November 2025 I Pukul 07.55 WIB
Maros, IndoPos86.com – Ada hal menarik di hari kedua Festival Literasi Kabupaten Maros, Selasa 18 November 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros. Selain menghadirkan Ketua DPRD Maros Muhammad Gemilang Pagessa, Ketua Karang Taruna Muhammad Agus, juga Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Maros yang juga Tokoh Literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma.
Acara yang dikemas dalam bentuk Temu Wicara Literasi dipandu Muhammad Takbir Abadi, diikuti Plt. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, dr. Hj. Fitri Adicahya, S.Ked.M.Kes, ratusan guru-guru, akademisi, tokoh agama, kepala sekolah, pegiat literasi, pustakawan, penulis, seniman, budayawan dan siswa-siswa SMA SMK juga pengelola perpustakaan desa dan TBM di Maros.
Bachtiar Adnan Kusuma didaulat menjadi pembicara awal dengan judul ”Dari Membaca, Menggagas, Menggerakkan dan Berkarya, Generasi Unggul Generasi Literasi”. Bachtiar Adnan Kusuma tampil memukau dengan interaktif, menggugah peserta membedah kalau pembentukan generasi unggul haruslah dimulai dari generasi yang memiliki pembudayaan kegemaran membaca yang tinggi.
Motivator dan mentor menulis ini, dengan membentuk pola kebiasaan membaca sejak dini di kalangan anak-anak, haruslah dimulai dari setiap keluarga. Menurut BAK, hanya keluarga yang memiliki tingkat literasi tinggi, akan bisa menciptakan ekosistem keluarga literasi. Makanya, kita butuh ibu-ibu menjadi figur dan teladan membaca di setiap keluarga di Indonesia.
Membaca sejak dini, kata BAK, berikutnya akan memperkuat kognitif anak. Selain itu, kata BAK juga menata kekuatan motorik, sosio emosional, agama, bahasa dan moral anak sejak dini.
“Anak-anak yang memiliki kepedulian tinggi dengan literasi, biasanya memiliki kepedulian dan kepekaan sosial tinggi jika dibandingkan anak-anak yang enggan bermain petak umpet dengan literasi,” kata Bachtiar Adnan Kusuma.
Sementara itu, BAK juga menegaskan kalau setiap aktivis dan pegiat literasi menjadi contoh dan figur pembaca buku yang baik. Jadilah figur berbudaya literasi, punya waktu full time supporter melakukan promosi pembudayaan minat baca dan mendukung hadirnya perpustakaan di Maros.

Karena itu, jalan literasi kata BAK, luar biasa tetap bergerak, walau sendiri, tanpa digaji dan memilih tetap saja bergerak. Pegiat dan aktivis literasi adalah pejuang tanpa mengenal batas, terus saja bergerak mengajak agar masyarakat gemar membaca. Pegiat literasi kata BAK dibutuhkan konsistensi dan komitmen agar terus menerus menggerakkan budaya membaca di Maros.
“Jalan saja, tidak perlu atribut, apalagi pengakuan, terus saja bergerak atas nama pembudayaan minat baca masyarakat,” kata Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nuga Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini.
Sementara ketua DPRD Maros Muhammad Gemilang Pagessa, berjanji akan mendukung sinergi dan kolaborasi semua pihak terutama yang berkaitan dengan literasi. Muhammad Gemilang Pagessa, mengakui kalau politisi atau anggota DPRD haruslah memiliki kekuatan membaca. Karena hanya dengan kemampuan membaca yang tinggi, maka setiap anggota DPRD bisa membaca semua rancangan peraturan daerah yang jumlah halamannya sangat tebal.
“Saya bersyukur karena selama setahun di DPRD Maros, saya manfaatkan betul-betul waktu saya dengan membaca semua rancangan perda yang ada di DPRD Maros,” kata Muhammad Gemilang Pagessa.
Membaca bagi politisi, kata Muhammad Gemilang Pagessa, sangatlah penting. Apalagi kata Gemilang, salah satu tugas anggota DPRD membuat rancangan Perda dan disinilah dibutuhkan kekuatan membaca bagi anggota DPRD Maros.
Di akhir acara, Ketua DPRD Maros, Plt. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Maros serta Ketua Karang Taruna Maros menerima buku karya Dr. K.H. Masrur Makmur, M.Pd.I dan buku Dr. H.M. Amir Uskara yang diserahkan Bachtiar Adnan Kusuma. Sejumlah penanya peserta temu wicara juga memperoleh buku. (Red/IndoPos86.com).



Discussion about this post