Indopos86
Ahad/Minggu, 19 April 2026
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Gaya Hidup
  • Budaya
  • Hiburan
  • Tren
  • Otomotif
  • Selebriti
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata-Kuliner
Indopos86
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
Indopos86
HOME LIFESTYLE BUDAYA ENTERTAINMENT FASHION OTOMOTIF SELEBRITI SPORT TECHNO WISATA-KULINER

Jangan Pernah Berhenti, Teruslah Mengukir Sejarah

22 September 2025
in Advertorial, Daerah, Sulawesi Selatan
Jangan Pernah Berhenti, Teruslah Mengukir Sejarah

Bupati Maros Dr.H.A.S.Chaidir Syam, S.IP.M.H., Bunda Literasi Hj.Ulfiah Nur Yusuf Chaidir dan Bachtiar Adnan Kusuma, Ketiga Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional. Foto: Istimewa/IndoPos86.com.

13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Bachtiar Adnan Kusuma*


Senin 22 September 2025 I Pukul 08.30 WIB


Makassar, IndoPos86.com – Man Adlaja Balaghal Manzila, Barangsiapa yang berangkat lebih pagi, maka lebih cepat sampai tujuan. Filosofi dan seruan ajakan untuk berjuang demi pengabdian sebuah gerakan literasi tidak akan pernah berhenti dalam satu detikpun. Sebab setinggi apapun cita-cita Anda, sejauh mana pun perjalanan yang akan Anda tempuh, sesulit apapun masalah yang Anda hadapi, semua ada jalannya. Asal saja Anda segera memulai dan membuktikannya.

Karena itulah, tanpa jengah dan tak mengenal lelah, seruan dan ajakan membaca dan menulis adalah gerakan kemanusiaan, gerakan pendidikan sekaligus gerakan hati nurani. Inilah yang membuat penulis selalu berkecambah dalam jiwa dan raga untuk terus menerus menggerakkan literasi dari lorong, kampung, desa, kelurahan dalam berbagai dimensi dan ruang yang universal.

Memilih jalan hidup menjadi relawan ataupun volunteer gerakan membaca dan menulis adalah sebuah pilihan hidup. Berani memilih hidup di luar kelaziman, jauh dari pernik-pernik kemewahan, kesejahteraan maupun fasilitas. Namun penulis selalu berbahagia dengan memilih menjadi pengajak, penyeru, dan melakukan kampanye pada masyarakat agar gemar membaca, gemar menulis, gemar wakaf buku memiliki kebahagiaan tersendiri.

Dan, penulis bersyukur sebagai penggerak literasi telah berkelana dan berjuang, mengajak pentingnya budaya membaca tumbuh dari setiap keluarga.

Penulis bersyukur karena dengan panggilan jiwa sebagai pengabdi gerakan literasi telah berjuang tiada henti. Bermula dari lorong-lorong dan gang sempit di Jalan Tali Jakarta Barat, merambah ke Jalan Abadi Karuwisi, kota Makassar, kemudian membuka komunitas baca Deras di Jalan Tali Raya, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Kotamadya Jakarta Barat, migrasi ke di Jalan Muslim Daeng Tutu Parangtambung, kota Makassar terus merambah menjadi perpustakaan lorong dan berbagai perpustakaan berbasis masyarakat di Sulsel.

Apa yang membuat penulis bisa bertahan? Penulis bersyukur karena selain memeroleh dukungan total dari istri yang juga eks volunteer Indonesia Pintar di zaman Presiden SBY melalui Ibu Ani Yudhoyono, juga anak-anak ikut serta terlibat total sejak putri pertama penulis, dr.Dea Ambarwati Kusuma, S.Ked. masih kelas tiga di SDN 11 Pagi Slipi, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah Kotamadya Jakarta Barat. Selain dukungan keluarga istri Ani kaimuddin Mahmud, anak-anak dr.Dea, dr.Mulan, Ria, Safwan dan Farhan juga sejumlah sahabat-sahabat penulis ikut mendukung gerakan kami.

Bachtiar Adnan Kusuma bersama Komunitas Baca di Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah. Foto: Istimewa/IndoPos86.com.

Penulis selalu yakin dan percaya dengan niat ikhlas dan tulus, apapun namanya gerakan literasi yang bertumpu dari semangat hati nurani, akan terus bergelora. Kendatipun jujur penulis mengakui, acapkali kehabisan peluru untuk membiayai pergerakan literasi.

Dan demi menyambung gerakan literasi maupun gerakan wakaf buku yang penulis kampanyekan mengalami kesulitan finansial. Pejuang tak mengenal lelah, demikian halnya Sabtu siang tepatnya 7 Agustus 2021 penulis kembali melakukan perjalanan dari rumah di Parangtambung menuju Rammang-Rammang Kab. Maros untuk menyerahkan wakaf buku H.M. Amir Uskara kepada Iwan Dento, aktivis lingkungan di. Maros. Penulis baru sadar kalau di dompet tidak ada lagi uang tunai, sementara bensin menyeruput nyaris habis.

Dan bukan alasan menunda perjalanan dan penulis bertekad melanjutkan perjalanan. Maha suci Allah, akal dan pikiran sehat tak pernah berhenti bernalar, penulis tiba-tiba menerima telepon dari seorang pustakawan yang butuh beberapa buku untuk dibeli tunai. Syukur alhamdulillah penulis janjian dengan pembeli buku dan terjadilah transaksi pembelian buku ketengan demi menyambung perjalanan penulis, alhasil tiba di lokasi Rammang-Rammang dan kembali ke rumah di Parangtambung dengan selamat.

Tak ada rasa jengah, apalagi menyerah demi sebuah gerakan literasi untuk bangsa. Lelah dan rasa capek hilang karena rasa ikhlas dan tak pernah berharap apa-apa dari sebuah perjuangan. Inilah yang membuat penulis bisa bertahan.

Akhirnya penulis berpesan kepada para pegiat dan memilih jalan literasi sebagai jalan pengabdian, jangan pernah berhenti bergerak, teruslah mengukir sejarah. Dengan modal tulus dan tidak pernah berharap apapun ats apa yang diperjuangkan, semuanya akan tiba masa yang indah dan manis. Man Adlaja Balaghal Manzila, Barangsiapa yang berangkat lebih pagi, maka lebih cepat sampai tujuan. (Red/IndoPos86.com).


*Penulis adalah Tokoh Literasi dan Penulis Nasional

Tags: Bachtiar Adnan KusumaTokoh Literasi Nasional
Previous Post

‎Kapolrestabes Medan Hadiri Bakti Kesehatan dan Bazar Menyambut Hut TNI Ke-80 Tahun

Next Post

Keluarga Korban Kebakaran Di Desa Lawe Bekung Aceh Tenggara Kecewa Dengan SP2HP Ka. Polres

Next Post
Keluarga Korban Kebakaran Di Desa Lawe Bekung Aceh Tenggara Kecewa Dengan SP2HP Ka. Polres

Keluarga Korban Kebakaran Di Desa Lawe Bekung Aceh Tenggara Kecewa Dengan SP2HP Ka. Polres

Discussion about this post

Terhangat Sepekan

  • Irwan Susanto Purba: Budaya Adalah Jati Diri Simalungun yang Tak Boleh Hilang

    Irwan Susanto Purba: Budaya Adalah Jati Diri Simalungun yang Tak Boleh Hilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razia Gabungan Bersama APH, Lapas Narkotika Pematangsiantar Perkuat Komitmen Zero Halinar Sambut HBP ke-62

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polrestabes Medan Musnahkan 52 Kg Sabu dan 50 Kg Ganja, 3 Kurir Jaringan Internasional Ditangkap ‎

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polrestabes Medan Gelar Lomba Orasi Damai 2026, Dorong Aspirasi Publik yang Sehat dan Konstruktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mayjen TNI Doddy Triwinarto Diamanahkan Negara Jabat Pangdam XV/Pattimura, Kasad Tekankan Kepemimpinan Solutif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pos-pos Terbaru

  • BNI Janji Kembalikan Dana Nasabah CU Paroki Aek Nabara Rp28 Miliar Pekan Ini
  • Darlian Pone Buka Muscam PK Partai Golkar Kecamatan Kasui, Dilanjutkan Gerakan Lampung Menanam
  • Dugaan Mafia Peradilan di PN Stabat, Kuasa Hukum Soroti Putusan Verstek dan Kejanggalan Proses Persidangan
  • Dipercaya Tiga Kali, Hasyim Perkuat Dominasi PDIP di Kota Medan
  • Razia Gabungan Bersama APH, Lapas Narkotika Pematangsiantar Perkuat Komitmen Zero Halinar Sambut HBP ke-62
Indopos86

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Navigate Site

  • #150 (tanpa judul)
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Lainnya…
    • Khazanah
    • Opini
    • Gaya Hidup
    • Budaya
    • Hiburan
    • Tren
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Wisata-Kuliner
  • Advertorial

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist