“Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada DPP FSBN yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan pada hari ini,”
Kamis 25 Juni 2026 I Pukul 09.20 WIB
Medan, IndoPos86.net – Bertempat di aula gedung kantor Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara Dewan Pimpinan Pusat Forum Silaturahim Boemipoetra Nusantara (DPP FSBN) menggelar acara Pra Kongres FSBN, Senin 22 Juni 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut mewakili DPP FSBN yakni DR. MD. La Ode selaku Sekretaris Jenderal DPP FSBN, Drs. Bunyan Saptomo MA Penasihat DPP FSBN dan Brigjen TNI Purn. Edy Purwanto Pengurus DPP FSBN.
Sementara tamu undangan dari Sumatera Utara hadir Kepala Badan Kesbangpol Sumut diwakili oleh M. Andri Simatupang, Kompol DR. Rudy Chandra SH MH dari Direktorat Intelkam Poldasu.
Sementara peserta yang hadir terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan praktisi hukum serta tokoh pemangku adat di Sumatera Utara.
Ketua Panitia Lokal Pra Kongres M. Jamil Sipayung, SH MH menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan DPP yang diberikan untuk penyelenggaraan acara ini serta permohonan maaf bila terdapat kekurangan di sana sini.
“Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada DPP FSBN yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan pada hari ini dan terima kasih juga kami sampaikan kepada Pihak Kesbangpol Sumut atas dukungan fasilitas yang diberikan,” ucap Jamil Sipayung dalam sambutannya.
Lebih lanjut M. Jamil Sipayung menyampaikan kiranya acara Pra Kongres dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Sumut terkait hal-hal fundamental yang berkaitan dengan kondisi WNI asli Pribumi dalam kehidupan sosial di Bumi Nusantara ini.
Acara diawali dengan penyerahan ulos oleh Kepala Kesbangpol Sumut sebagai penghormatan masyarakat Sumut kepada para tamu dari Jakarta. Ulos disematkan kepada Bapak MD La Ode, Bapak Edy Purwanto dan Bapak Bunyan Saptomo.
Selanjutnya juga Bapak DR MD La Ode memberikan langsung buku hasil karyanya berjudul Trilogi Pribumisme kepada 8 orang tokoh masyarakat yang hadir.
Dalam acara tersebut juga dilaksanakan seminar dan dialog interaktif dengan pembicara DR. MD La Ode dan Kompol DR. Rudy Chandra serta diisi dengan dialog interaktif.
Di akhir acara Ketua Panitia mewakili seluruh peserta membacakan resume usulan dari masyarakat untuk disampaikan kepada Pemerintah Pusat sebanyak 7 poin mendasar, salah satunya pencabutan inpres tentang pelarangan penyebutan istilah Pribumi, karena hal tersebut dapat melunturkan nilai patriotisme dan nasionalisme. Dan juga tentang tuntutan agar dikembalikan ke UUD 1945 asli.
Acara ditutup dengan makan siang bersama dan foto bersama. (Red/IndoPos86.net).


Discussion about this post