Indopos86
Jumat, 5 Juni 2026
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Gaya Hidup
  • Budaya
  • Hiburan
  • Tren
  • Otomotif
  • Selebriti
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata-Kuliner
Indopos86
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
Indopos86
HOME LIFESTYLE BUDAYA ENTERTAINMENT FASHION OTOMOTIF SELEBRITI SPORT TECHNO WISATA-KULINER

Menggugah Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat

25 Januari 2026
in Daerah, Sulawesi Selatan
Menggugah Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat

Bachtiar Adnan Kusuma yang merupakan Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar Tahun 2017 dan Tokoh Literasi Nasional. Foto: Istimewa/IndoPos86.com.

11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Bachtiar Adnan Kusuma


Minggu 25 Januari 2026 I Pukul 03.00 WIB


Sebagai aktivis literasi Indonesia, penulis, tokoh masyarakat dan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Terbaik Satu tingkat Kota Makassar, pada 2017, penulis amat bersyukur karena berkesempatan tampil berbagi pengalaman di depan tokoh-tokoh masyarakat, ketua RT, ketua RW kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, anggota DPRD Makassar Adi Akbar, pada Sabtu 24 Januari 2026 di Warkop Daengta, Jalan daeng Tata Raya Makassar.

Dari temu tokoh dan membedah keberadaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di 153 kelurahan di kota Makassar, penulis menggugah peran dan eksistensi LPM yang saat ini kembali ramai menjelang pemilihan ketua LPM di kota Makassar.

Menurut penulis, filosofi pemberdayaan adalah usaha yang dilakukan masyarakat untuk kegiatan kehidupannya berbasis daya sendiri, cara peningkatan posisi tawar kepada pemerintah kota Makassar melalui tingkat kelurahan dan kecamatan. Kata pemberdayaan yang melekat di setiap LPM adalah menempatkan kekuatan masyarakat sebagai modal utama, mencegah rekayasa pihak luar yang bisa saja mematikan kemandirian.

Di negara-negara maju, posisi pemberdayaan diistilahkan 3 T yaitu Toach, Truth dan Trust (pendidikan, kebenaran dan kepercayaan). Lembaga Pemberdayaan Masyarakat sebagai mitra utama pemerintah pada tingkatan kelurahan, kecamatan, kota, maupun provinsi sesungguhnya bekerja berbasis masyarakat untuk membantu mereka agar dapat meningkatkan harkatnya sebagai manusia.

Penulis mengibaratkan ketua LPM sebagai manusia yang menolong masyarakat menemukan jati dirinya, sama dengan menolong dirinya sendiri ”to help the people to help theme self”.

Prinsip-prinsip pemberdayaan berkiblat kepada tiga pilar. Pertama, mengerjakan, artinya kegiatan pemberdayaan harus sebanyak mungkin melibatkan masyarakat mengerjakan, menerapkan sesuatu. Karena melalui mengerjakan mereka akan mengalami proses belajar dengan menggunakan pikiran, perasaan dan keterampilan yang akan terus diingatnya.

Kedua, akibat berarti kegiatan pemberdayaan haruslah memberikan akibat atau efek pengaruh yang baik dan bermanfaat. Karena perasaan senang atau puas atau tidak senang akan memengaruhi semangatnya mengikuti kegiatan belajar pemberdayaan masyarakat kedepannya.

Ketiga, asosiasi menegaskan kalau setiap kegiatan pemberdayaan haruslah dikaitkan dengan kegiatan lainnya. Karena setiap orang cenderung mengaitkan atau menghubungkan kegiatannya dengan kegiatan, peristiwa lainnya.

Penulis mengutip pernyataan Mathews bahwa prinsip adalah suatu pernyataan tentang kebijakan yang dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan dan melaksanakan keputusan itu dengan konsisten.

Prinsip-prinsip pemberdayaan yang penulis kemukakan di atas, menegaskan kalau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat tak sekadar beralas nafsu pemilihan ketua atau pengurus, melainkan menggugah kembali apa sesungguhnya peran LPM di setiap kelurahan di kota Makassar.

Selain LPM sebagai bagian integral dari pemerintah kota Makassar juga mitra. Hanya saja LPM tak sekadar mitra Pemerintah Kota Makassar, melainkan ikut serta membantu Pemerintah kota Makassar dalam menggerakkan ekosistem pemberdayaan di setiap kelurahan di kota Makassar.

Penulis mempertajam peran LPM sesungguhnya berada pada empat alas kekuatan. Pertama, LPM adalah katalisator yaitu sebagai penghantar kepentingannya masyarakat pada tingkatan RT, RW dan Kelurahan kepada Pemerintah Kota Makassar. Sebagai penghantar, LPM ibarat zat kimia dalam perspektif ilmu fisika, LPM adalah zat yang menjadi penghubung ke zat lainnya, namun proses menghubungkan zat tersebut, ia tidak larut di dalamnya.

Kedua, LPM adalah promotor yang memiliki fungsi sebagai penggerak, pencetus, penggagas dan pengide konsep-konsep pembangunan berbasis masyarakat.

Ketiga, animator yang lebih tegas memposisikan LPM sebagai perintis perubahan akal, pikiran, berbasis sumber daya manusia. Keempat, LPM sebagai administrator yang berfungsi sebagai pelaku administrasi pembangunan pada tingkatan kelurahan, kecamatan, kota, kabupaten dan provinsi.

Karena itu, di tengah gonjang ganjingnya menjelang pemilihan ketua LPM di tingkatan kelurahan di kota Makassar hingga saat ini belum jelas mekanisme dan tata cara pemilihannya. Pada sisi lain, ada pihak menyebutkan kalau LPM ditentukan atas penunjukan Walikota Makassar, pada sisi lain ada juga menyebutkan ketua LPM dipilih oleh Ketua RW.

Jelasnya, apapun mekanisme dan tata cara pemilihan ketua LPM, penulis hanya mengedukasi masyarakat bahwa memilih ketua LPM memiliki paramater yang jelas.

Menurut penulis kriteria pengurus LPM yang ideal adalah, pertama memiliki aspek ketokohan. Ketokohan sangat penting mengingat pengurus LPM adalah mitra pemerintah berbasis kelurahan, sebaiknya mereka adalah orang-orang terkemuka. Ketokohan seorang ketua LPM sangat diperlukan karena LPM berhubungan langsung dengan masyarakat dengan berbagai karakter, tingkat sosial yang berbeda-beda.

Kedua, bakat adalah dasar dan sifat kepandaian, dasar pembawaan sejak lahir. Seorang ketua LPM atau pengurus LPM memiliki bakat dan bakat berorganisasi sangatlah penting.

Ketiga, profesional berkenaan melaksanakan tugas-tugasnya dengan penuh keahlian, kepandaian khusus. Keempat, memiliki pengalaman kemasyarakatan. Kelima, menjadikan LPM sebagai pengabdian semata atau hobi. Hobi adalah kesenangan yang utama atau kegemaran. Artinya, menjadikan peran pemberdaya sebagai suatu kesenangan yang utama atau kegemaran. Keenam, LPM sebagai volunteer atau relawan. Seorang ketua LPM tidak berharap apa-apa dari jabatannya, melainkan sebagai jalan pengabdian semata kepada masyarakat yang mereka cintai.

Pada akhirnya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat tak sekadar memenuhi pesta demokrasi pemilihan, melainkan menggugah kembali apa peran LPM kini, esok dan masa mendatang. LPM tak sebagai sebagai lembaga pemberdayaan daya pikiran, daya gagasan dan fisik semata. Namun penting menggugah jati dirinya sebagai fungsi kemasyarakatan yang ikut serta memperjuangkan aspek kesejahteraan, pendidikan dan ekonomi masyarakat pada semua tingkatan RT dan RW di kelurahan. Semoga LPM semakin berjaya daya pikirnya, daya inovasinya dan daya fisiknya. Semoga…. (Red/IndoPos86.com).


*Penulis merupakan Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar Tahun 2017 dan Tokoh Literasi Nasional

Tags: Bachtiar Adnan KusumaLembaga Pemberdayaan Masyarakat
Previous Post

Manajemen PTPN IV Berharap Persetujuan Danantara Segera Terbit

Next Post

‎Bona Taon DPK HBB Medan Perjuangan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kekeluargaan

Next Post
‎Bona Taon DPK HBB Medan Perjuangan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kekeluargaan

‎Bona Taon DPK HBB Medan Perjuangan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kekeluargaan

Discussion about this post

Terhangat Sepekan

  • DPD GARNIZUN Kota Batam Salurkan Hewan Qurban dan 100 Bingkisan Daging kepada Pedagang UMKM

    DPD GARNIZUN Kota Batam Salurkan Hewan Qurban dan 100 Bingkisan Daging kepada Pedagang UMKM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga Korban Kebakaran Di Desa Lawe Bekung Aceh Tenggara Kecewa Dengan SP2HP Ka. Polres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bachtiar Adnan Kusuma, Persembahkan Buku “Di Negeri Para Perindu Ilmu” Santri Iddadiyah dari Bukit Tonrongnge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh! Bareskrim Polri Gerebek New Zone, Puluhan Orang Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN Jebolan IPDN Diciduk, Vape Narkoba Disembunyikan Dalam Roti Tawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pos-pos Terbaru

  • Bachtiar Adnan Kusuma, Persembahkan Buku “Di Negeri Para Perindu Ilmu” Santri Iddadiyah dari Bukit Tonrongnge
  • Dipimpin Kapolres Batu Bara, Razia Gabungan di Lapas Labuhan Ruku Tidak Temukan Narkoba dan HP Ilegal
  • DPD GARNIZUN Kota Batam Salurkan Hewan Qurban dan 100 Bingkisan Daging kepada Pedagang UMKM
  • Pelatihan Bersama Antara Prajurit TNI AU Dengan Personel US Air Force
  • Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Pemasok Narkoba di Phantom KTV
Indopos86

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Navigate Site

  • #150 (tanpa judul)
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekbis
  • Lainnya…
    • Khazanah
    • Opini
    • Gaya Hidup
    • Budaya
    • Hiburan
    • Tren
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Wisata-Kuliner
  • Advertorial

© 2022 Sumber Berita | Developed by Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist